Assalamualaikum. WrWb.
Apa kabar pembaca sekalian? Lama sudah saya tak menulis atau posting tulisan di blog ini. Sebenarnya saya ingin menulis untuk menumpahkan pikiran dan rasa yang ada di dalam diri saya yang tidak tersampaikan secara langsung pada orang lain.
Sesuai dengan judul ‘life cycle’ atau siklus kehidupan. Sebagian besar dari kita setidaknya menyadari bahwa ada saat di mana kita merasa sangat bersemangat dan penuh energi, dan ada pula saat kita merasa kurang dan kosong. Ibarat roda kehidupan yang terus berputar, ada saatnya kita berada di puncak, dan ada saatnya kita berada di bawah. Kenyataan ini membuktikan kekuasaan Tuhan pada seluruh ciptaan-Nya di langit dan di bumi. Bahwa ketika kita merasa kenyataan hidup itu tidak adil, kita perlu sadar bahwa semua itu adalah bagian dari takdir Tuhan yang harus kita percaya, atau dalam kata lain, beriman kepada qada dan qadar Allah Swt. Bahwa Allah Swt adalah Tuhan yang maha Adil.
Sekarang bagian curhatnya. Secara jujur, saya tidak mengerti betul apa yang sedang terjadi dengan diri saya ini. Sudah beberapa bulan terakhir saya merasa hampa, perasaan saya kosong seperti ada sesuatu yang hilang dan tercabut. Setelah proses berfikir secara berkesinambungan akhirnya perlahan saya mulai paham bahwa rasa cinta dalam diri saya lah yang telah pergi. Rasa yang pergi itu turut pula membawa harapan-harapan saya yang lain. Impian dan cita-cita saya seperti turut kandas diterjang ombak ketidakberdayaan.
(terlalu formal bahasanya ya)
Kalo gitu dikonvert aja pakai bahasa pergaulan:
Langsung cerita aja, semenjak ku kenal dia (someone very special for me) melalui jaringan sosial yang setidaknya memberikan gambaran yang cukup tentang dirinya, mungkin secara keseluruhan dan juga melalui perantara teman ku saat SD dulu, sejujurnya ku mulai fall in love (cie) dan sejak saat itu ku ikuti kata hatiku untuk terus dan terus mendekat ke dia. Sampai akhirnya sebuah kejaiban bagi diriku terjadi. Hatiku terasa sangat dekat seolah menempel dengan hatinya. Walaupun jarak memisahkan kita tapi tak bisa dipungkiri ku bisa rasakan apa yang dirinya rasakan. Saat-saat itu adalah saat yang sangat indah dan penuh dengan warna.
Untuk lebih singkatnya, quote ini ku ambil ‘ Kita boleh belajar dari masa lalu. Tapi jangan lupakan masa depan. Karena masa lalu tak akan dapat diubah. Maka fokuslah untuk masa depan ! ‘. Maka, sekarang aku berusaha memperbaiki diri, melakukan hal-hal real yang dapat membantu ku melewati masa yang sulit ini, berbakti pada orang tua, sholat, berdzikir, berdoa dan menghadiri majelis ilmu. Tentu masih ada hal-hal lain yang bisa dilakukan, tapi belum tersampaikan. Semoga Allah Swt memberikan keberkahan pada setiap langkah yang ku ambil. Amin ya Rabb al Amin